Postingan

Menampilkan postingan dengan label Ceritaku

Kisah Tukang Kayu Tua

Gambar
Seorang tukang kayu tua yang sangat trampil sering menjual hasil karyanya kepada orang-orang kaya dengan harga tinggi. Suatu hari, seorang wanita miskin datang kepadanya dan berkata.."Kamu punya banyak uang, mengapa tidak membantu orang-orang miskin di desa ini?" "Lihatlah tukang sayur di desa in, walaupun penghasilannya sedikit, selalu berbagi sayuran dengan orang miskin setiap hari". Tukang kayu itu hanya tersenyum tanpa menjawab. Wanita miskin itu lalu pergi dan menyebarkan cerita buruk tentang tukang kayu tersebut. Menyebabkan penduduk desa mulai membencinya. Ketika tukang kayu jatuh sakit, tak seorang pun yang peduli atau membantunya. Hingga akhirnya ia meninggal dunia. Hari-hari berlalu, dan penduduk desa mulai menyadari bahwa tukang sayur tidak lagi membagikan sayurannya. Ketika mereka bertanya, si tukang sayur menjawab... "Selama ini, tukang kayu tua itu yang selalu membeli sayurannya dan meminta agar dibagikan kepada orang-orang desa...

Fakta Sejarah Kerja Paksa Zaman Belanda

Gambar
Katanya Belanda memaksa rakyat kerja tanpa bayaran. Tapi faktanya, uang itu pernah dibayar. Tahun 1808, Herman Willem Dendels membangun jalan raya pos dari Anyer sampai Panarukan. Ribuan pribumi dikerahkan. Banyak yang mati, lelah, kelaparan. Sejarah lalu menyebutnya kerja paksa, tapi dokumen Belanda bercerita lain. Dendels menggaji proyek itu. Uangnya bukan recehan, tercatat sekitar 30 ribu ringgit, jumlah besar di masanya. Tapi uang itu tidak pernah jatuh ke tangan para pekerja. Sistemnya lewat para bupati dan penguasa lokal. Dari atas ke bawah, dari meja ke meja. Di lapangan rakyat tetap bekerja tanpa menerima apa-apa. Mereka mati miskin, sementara catatan resmi menyebut telah dibayar. Hari ini, bukti pembayarannya masih ada. Disimpan rapi di museum di Belanda. Arsipnya bersih, angkanya jelas. Jadi kebohongan terbesar bukan soal ada atau tidaknya gaji, tapi soal kemana gaji itu pergi. Sejarah tidak selalu hitam putih. Kadang yang paling menyakitkan, justru terjadi ...